Ho Chi Minh City in 48 hours

Lagi, karena tergiur oleh promo Air Asia saya membeli tiket ke Ho Chi Minh City (HCMC) Vietnam. Impulsif aja, sama sekali ga ada rencana sebelumnya mau kesana. Harga tiket itu sy beli seharga Rp. 548 ribu PP. Rencana perjalanan diatur pada tanggal 19 October – 21 October 2009.

Anyway, lama perjalanan Jakarta – Ho Chi Minh City kira-kira 3 jam. Berangkat dari Jakarta jam 16.35, sampai di Bandara Tan Son Nhat, Ho Chi Minh City pada jam 8 malam. Imigrasi di Vietnam cukup bersahabat, karena kita sesama warga ASEAN, qta tidak membutuhkan visa untuk berkunjung ke negara tersebut.

Ketika tiba di HCMC itu, saya kemudian menyadari jika ternyata mata uang Vietnam (Dong) lebih lemah dari rupiah. Baru kali itu saya merasa jadi kaya mendadak. Saat itu, 1 USD kira – kira 18 ribu dong, hampir 2 kalinya Rupiah. Saking lemahnya kurs Dong, banyak warganya yang memilih bertransaksi dengan menggunakan USD, seperti halnya ketika saya memesan taxy dari bandara ke hotel tempat saya menginap. Anehnya, saya membayar dengan dollar tp kembaliannya pake Dong, damn! Tp jangan salah sangka ya kalo kita bepergian ke satu negara yg mata uangnya lebih lemah harga2 juga murah. Di vietnam, ternyata kebalikannya. Harga – harga disana lebih mahal dari jakarta.

Saya memilih untuk tinggal di daerah Bui Vien Street, Pham ngu lau area.  Tempat para backpacker berkumpul. Sesampainya di kawasan backpacker itu, saya langsung cari hotel, go show aja. Dan akhirnya saya mendapatkan satu kamar seharga 6 USD semalam. Soo damn cheap! Yah, lumayan lah utk kamar pengap dengan kipas angin tp masih dapet fasilitas tv kabel + kamar mandi sendiri dengan air hangat.

Well, kota itu seperti melihat Jakarta pada tahun 70an. Bus kota tua, gedung2 yang kurang terawat, becak dimana2. Seperti berpetualang ke masa silam.  Jalan – jalan di kota itu penuh dengan motor, sama lah dengan Jakarta. Motor adalah kendaraan populer disana.

Lalu, ada apa di Ho Chi Minh City?

Waktu saya disana ngga banyak sebetulnya, walaupun banyak banget yg bisa di eksplore di kota itu. Dalam 2 hari disana, saya hanya sempat city tour mengunjungi Katedral Notredame, Saigon Post Office dan reunification palace, istana presiden yang digunakan saat Vietnam Selatan masih eksis. Ketika saigon diduduki pasukan Vietnam Utara, maka ibukota vietnam bersatu di tetapkan di Hanoi – Vietnam Utara. Saya juga sempat mengunjungi Ben Tanh Market, pasar terbesar disana tapi ga beli apa2 sih hahaha. Maklum suka males bawa oleh2 berat hehe. Dan karena lokasi obyek wisata tersebut berdekatan, saya mengunjungi  kesemua obyek tersebut dengan berjalan kaki,  lumayan pengiritan hehe.

Ben Tanh Market, Ho Chi Minh City

Ben Tanh Market, Ho Chi Minh City

Well, jualan utama pariwisata Vietnam adalah wisata mengunjungi obyek2 yang tersisa dari Perang Vietnam. Perang vietnam yang digambarkan dengan kejam di film2 hollywood sudah lama berlalu. Dan sepertinya warga Vietnam sudah bisa berdamai dengan masa lalu. Namun kemudian mereka memanfaatkan obyek2 peninggalan perang yang masih tersisa untuk ditawarkan sebagai paket wisata kepada para turis yang datang berkunjung. Salah satu yang terkenal adalah Cu chi Tunnel. Suatu areal yang luas di luar kota HCMC yang dulunya dipakai sebagai tempat bersembunyi para pejuang Vietcong / Vietnam Utara pada saat perang. Banyak yang bisa kita liat disana: terowongan tempat persembunyian yang konon sampai bertingkat2 dibawah tanah, berbagai macam senjata yang digunakan saat perang, diorama peperangan, bahkan wisatawan diperbolehkan untuk mencoba latihan menembak menggunakan senjata M16. Simply, qta belum ke Vietnam kalo belum ke Cu Chi Tunnel. Oia, kalo mau berkunjung kesana baiknya qta membeli saja paket tour yang ditawarkan disetiap travel agent, dan hampir setiap travel agent pasti memiliki paket tersebut, tingga kita bandingkan saja fasilitas yang didapat berserta harganya.

Cu Chi Tunnel, Ho chi Minh City, Vietnam

Cu Chi Tunnel, Ho chi Minh City, Vietnam

Berhubung waktu saya terbatas, saya memilih paket kunjungan setengah hari saja. Pergi pagi, pulang setelah makan siang dan saya segera menuju Bandara untuk kemudian pulang kembali ke Jakarta. Perjalanan yang sangat singkat namun berkesan. Saya baru mengunjungi vietnam bagian selatan, dan suatu saat nanti, saya harus kembali ke Vietnam. Namun untuk mengunjungi vietnam bagian utara yang tidak kalah menarik, terutama mengunjungi Hanoi dan Ha Long Bay. Atau mengunjungi Da Nang di Vietnam bagian tengah. Semoga saja 🙂

View All

One Comment

  1. ayo om bareng2 kesana lagi tahun depan.
    Rencana mau ke ha long bay ney om tahun depan sama suami.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *