Ada apa di Sharjah?

Bagi kebanyakan orang, Dubai dan Abu Dhabi adalah 2 emirate yang paling layak untuk dikunjungi ketika kita berkunjung ke UAE. Dan memang tidak sepenuhnya salah, karena kedua emirate itulah yang paling banyak memiliki obyek wisata menarik dan layak di kunjungi. Apalagi kalo waktu perjalanan kita yang terbatas, biasanya para wisatawan hanya akan memilih wisata ke Dubai atau jalan jalan Abu Dhabi saja. Padahal sebetulnya banyak hal yang bisa kita lihat di emirate lainnya, dan kali ini saya akan share cerita perjalanan saya ke Sharjah, UAE.

Kebetulan apartemen tempat istri saya tinggal terletak hanya sepelemparan batu dari perbatasan Dubai dan Sharjah. Ada hal yang menarik, Dubai dan Sharjah serta emirate lain tergabung dalam satu negara, UAE, tapi ternyata perbatasan diantara emirate satu dengan emirate lainnya dipisahkan oleh pagar kawat panjang. Walaupun tidak ada petugas imigrasi yang berjaga karena mereka tergabung dalam satu negara tadi.  Well, at least itu yang saya lihat di perbatasan Dubai dan Sharjah, saya belum pernah lihat perbatasan antara emirate yang lain.

Oia, istri saya adalah seorang pramugari di Emirates Airlines (sekarang sedang cuti hamil), dan ada satu waktu dalam pernikahan kami dimana kami menjalani hubungan jarak jauh (Dubai – Jakarta). Kami saling mengunjungi, ketika istri saya tugas dalam penerbangan ke Jakarta, atau saat saya yang gantian mengunjungi dia di Dubai. So, ketika satu saat dia sedang tugas terbang ke satu kota di India, daripada sendirian di apartemen, saya memutuskan untuk jalan – jalan ke Sharjah. Berbekal informasi dari Lonely Planet dan wiki travel, saya pun berangkat untuk jalan – jalan ke sharjah.

Tempat wisata di Sharjah yang pertama kali saya kunjungi adalah Blue Souk, yaitu satu pasar besar yang menjual berbagai barang, dari mulai emas, pakaian sampai barang – barang antik, atau karpet dari afghanistan, iran dll. Blue Souk ini sangat recommended bagi para pemburu barang – barang antik nan eksotis. Kenapa di sebut blue souk karena memang pasar tersebut terletak di dalam bangunan ber cat biru. Sangat cantik. Sebenarnya banyak banget barang yang ingin saya bawa pulang ke jakarta, tapi karena skill tawar – menawar saya yang dibawah rata – rata, pada akhirnya saya tidak pernah berhasil membawa pulang barang dengan harga yang saya inginkan hehe

Nah, selesai menjelajahi blue souk, saya segera berjalan menuju Sharjah Marina. Ternyata Blue Souk sangat dekat dengan Sharjah Marina, tempat yang nyaman untuk jalan – jalan sore, atau sekedar bengong sambil ngeliatin orang lewat.  Di Dekat Sharjah Marina itu ada juga sharjah bridge dan juga sebuah pasar ikan. Lumayan buat obyek foto hehe.

Hmm, masih banyak sebetulnya tempat wisata yang bisa kita kunjungi di Sharjah, namun lagi – lagi karena keterbatasan waktu saya cuma bisa mengunjungi Blue Souk dan Sharjah Marina. Ketika hari sudah gelap, saya kemudian memutuskan untuk kembali pulang ke Dubai dengan taxy.

Terimakasih Sharjah 🙂 Lumayan, sudah 3 emirates di UAE yang sudah saya kunjungi hehe.

Blue Souk, Sharjah

Blue Souk, Sharjah

King Faisal Mosque Sharjah, UAE

King Faisal Mosque Sharjah, UAE

Kemacetan di Sharjah

Kemacetan di Sharjah

 

 

View All

One Comment

  1. Bety eka sulistiyawati September 8, 2016 at 7:23 pm

    Boleh tau nama lain blue souk.sy sedang didubai.rata2 petugas metro tdk tau blue souk

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *