Tips mengunjungi museum

Mengunjungi museum adalah salah satu aktivitas traveling yang mengasikkan, apalagi jika museum itu memang sesuai dengan minat dan interest kita selama ini. Saya sudah sharing mengenai pengalaman saya dalam mengunjungi berbagai museum kelas dunia seperti British Museum dan Natural History Museum di London, Musee du Louvre di Paris, Topkapi Museum di Istanbul, Musei Vaticani dan National Museum di Roma, Resistencia Timorense di Dili Timor Leste dan berbagai museum lainnya di dalam dan luar negeri. Sekarang saya akan sharing tips dalam mengunjungi museum supaya kunjungan kita bisa maksimal dan pulang dengan kepala penuh dengan inspirasi.

1. Buatlah perencanaan sebelum kunjungan ke museum

Sebagai pencinta sejarah, kunjungan saya ke British Museum dan Natural History Museum di London sangatlah berkesan. Ingin rasanya melihat semua koleksi yang dipamerkan dalam museum itu . Namun kenyataan yang saya alami, berputar putar di museum yang kaya akan koleksi bersejarah itu ternyata mampu membuat waktu terasa cepat berlalu hingga akhirnya mendekati jam tutup museum, padahal masih banyak koleksi museum yang belum saya lihat. Untuk itulah pentingnya perencanaan sebelum mengunjungi satu museum. Sebaiknya, kita menyempatkan waktu untuk riset sebelum datang berkunjung. Kita bisa menentukan koleksi museum mana yang akan kita tinjau, bagian museum mana yang akan kita eksplorasi lebih dalam. Sebuah peta museum akan sangat bermanfaat dalam merencanakan kunjungan kita itu.  Dan percayalah, mengunjungi museum tanpa riset bisa sangat merugikan kita. Seperti contohnya ketika saya mengunjungi Musei Vaticani, selain terkenal akan koleksinya yang tak ternilai, ada satu bagian museum yang menjadi obyek kunjungan para turis, yaitu tangga spiralnya yang legendaris, Bramante Staircase. Dan sayangnya, saya sama sekali tidak sempat melihat keindahan tangga itu, Damn!

2. Check kalender

Penting sekali kita mengecek kalender sebelum mengunjungi suatu museum, jika kita tidak ingin kunjungan kita sia sia. Sebagai contoh, barangkali hampir semua pengunjung Musee de Louvre di Paris ingin melihat dengan mata kepala langsung lukisan paling terkenal di planet ini, Monalisa karya Leonardo da Vinci. Jika ingin melihat Monalisa secara langsung, jangan pernah mengunjungi Museum itu di hari selasa, karena tutup! Cek juga jika kunjungan kita bersamaan dengan hari nasional di negara tersebut. Seperti misalnya, Louvre akan tutup pada hari Bastille, hari nasional Perancis atau British Museum biasanya tutup di akhir tahun menjelang tahun baru. Tentu kita tidak ingin kunjungan kita menjadi sia sia, mosok jauh jauh datang ke Louvre tapi kita ga bisa liat Monalisa, apa kata dunia? hehehe

3. Belilah tiket secara online

Ada beberapa museum yang membebaskan tiket masuknya namun ada juga yang menetapkan tarif untuk setiap kali kunjungan kesana. British Museum dan Natural History Museum adalah salah dua museum terbaik didunia yang membebaskan tiket masuk namun tentu sebagai konsekuensinya kita akan menemui antrian yang panjang hampir setiap saat. Terlebih, pengunjung museum tersebut adalah para pencinta museum dari seluruh dunia. Namun, tidak semua museum menggratiskan tiketnya ya. Point pentingnya adalah, jika kita ingin mengunjungi museum yang tiketnya harus bayar, akan lebih baik jika kita membeli tiket secara online baik melalui web resmi museum tersebut atau melalui travel agent semata mata untuk menghidari antrian panjang di loket pembelian tiket. Saat saya berkunjung ke Museum Vatican, saya memutuskan untuk membeli tiket masuk secara online di website resmi mereka. Dan ketika akhirnya saya bisa tiba di museum, betapa beruntungnya saya ketika melihat antrian panjang para pengunjung Museum dan peziarah yang ingin memasuki bassilika Santo Petrus dan Sistine Chapel. Antri masuk ke museumnya, terutama saat musim liburan, bisa memakan waktu berjam jam lho!

4. Sewalah Guide atau paling tidak beli buku panduan atau sewa tour guide audio headset

Saat saya mengunjungi Museu Vatticani dan Terracota Museum di Xi’an, saya memutuskan untuk menghire seorang guide. Di Vatican, saya beruntung mendapatkan seorang guide yang selain Englishnya bagus banget (ga banyak orang Italia yang fasih berbahasa Inggris), dia juga bisa menerangkan sejarah berbagai koleksi di Museum. Yang paling berkesan adalah ketika dia menerangkan arti dibalik lukisan “Delivery the keys” karya Pietro Perugino, yang menggambarkan peristiwa ketika Yesus memberikan kunci kepada Santo Petrus. Dia juga menjelaskan apa latar belakang historis, politis dan teologis pada setiap lukisan yang dilukis oleh para maestro di abad pertengahan. Di Xi’an, saya yang saat itu mengunjungi museum bersama rekan saya, menghire private guide yang selain cakap dalam menjelaskan sejarah museum, dia juga pintar dalam mencari jalan pintas untuk masuk ke area museum dan juga rela berperan sebagai fotografer pribadi kami hehehe.  Sayang rasanya jika kita mengunjungi suatu museum tanpa bisa mengeksplore sebanyak banyaknya informasi yang beredar disana.

5. Buat perencanaan break dan istirahat makan siang. 

Seharian mengunjungi museum yang besar dan luas, tentu akan sangat melelahkan., kasian kaki kita hehehe. Anyway, tentu kita akan membutuhkan asupan snack, air minum maupun makan siang yang bisa mencharge energi kita setelah berlelah lelah memanjakan mata melihat berbagai keindahan koleksi museum. Namun, makan di restoran di dalam museum bukanlah pilihan bijak untuk backpacker yang harus menghemat euro demi euro, pounds demi pound untuk bisa bertahan hidup hehehe. Kita juga harus punya perencanaan dengan riset kecil kecilan, dimana kita akan makan siang: di dalam atau diluar museum? Sedikit menyisihkan waktu untuk googling informasi tempat makan yang murah, enak dan tidak terlalu jauh dari museum tentu akan sangat bermanfaat!

“Real museums are places where Time is transformed into Space.” ― Orhan Pamuk, The Museum of Innocence

Louvre Pyramid

Louvre Pyramid

View All

One Comment

  1. kalau museumnya bagus dan besar memang bisa bikin betah berlama-lama ^_^

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *