Pilih Hotel, hostel atau guest house?

Salah satu komponen penting yang harus diperhatikan ketika kita melakukan perjalanan adalah akomodasi. Ini penting karena akomodasi adalah salah satu pos pengeluaran kita yang lumayan menghabiskan budget traveling kita. Well, pilihan akomodasi akan sangat tergantung pada budget yang kita punya, atau mungkin pengalaman apa yg hendak kita rasakan?

Jika budget kita minim banget atau kita orang yang ga mau mengeluarkan banyak uang hanya untuk merebahkan tubuh kita saat kita lelah dalam perjalanan, tentu pilihan yang paling masuk akal adalah hostel. Hostel ada yg sekamar ber 2, ber 4 atau bahkan yang model dormitory yang satu ruangan bisa berpuluh2 orang. Yang perlu kita perhatikan saat menginap di hostel adalah tingkat kesiapan kita tidur sekamar dengan orang yg tidak kita kenal sebelumnya dan keamanan barang2 yang kita bawa.  Jangan lupa juga loh kalo kita sharing dalam menggunakan toilet hehe.

Jujur, saya sendiri awalnya skeptis dengan hostel. Tapi pengalaman saya waktu traveling ke Paris pada musim semi 2011 lalu menunjukkan bahwa tinggal di hostel bisa menjadi sangat menyenangkan. Saya tinggal di Vintage Hostel (deket stasiun Gard Du Nord). Disana saya bisa mendapatkan kamar yg nyaman bersama 4 orang lainnya, lokasi premium (dekat dengan stasiun metro dan stasiun kereta antar kota), dapet akses internet kenceng, ada dapurnya so kita bisa masak2 sendiri, dan yang terpenting saya bisa kenalan dengan banyak traveler dari berbagai negara. Dan sharing cerita-cerita perjalanan yang begitu menginspirasi.

Jika kita memilih untuk tinggal sendiri tapi dengan budget yang minim, kita bisa memilih tinggal di budget hotel. Waktu saya traveling ke Ho Chi Minh City, Bangkok, Kolkata dan Manila saya tinggal di kawasan backpacker yang banyak sekali hotel + hostel murah. Tapi walaupun murah, saya tetep bisa menikmati tv kabel, kamar mandi sendiri dengan air anget, tapi tanpa AC. Tapi buat saya sudah lebih dari cukup.

Waktu saya ke Hongkong dan ke Macau beda lagi. Di Macau saya menginap di satu hostel yang lokasinya sangat premium, hanya selangkah ke senado square dan ruins of St Paul, icon kota Macau. Tapi dengan harga yang sangat murah, kurang lebih 100 ribuan rupiah per malam, kamarnya sama sekali kurang nyaman, dan kamar mandinya pun sharing. Sedangkan di Hongkong saya menginap di satu hostel yang lokasinya di satu gedung yang isinya kamar-kamar yang disewakan. Lokasinya juga premium karena dekat kemana – mana. Dapet kamar kecil, WC sendiri, kipas angin, tapi akses internetnya kenceng banget.

Lain lagi waktu saya traveling ke Manchester, saya tinggal di satu hotel (model bed & breakfast) di kawasan bolton yang asri. Lumayan jauh dari pusat kota Manchester, sekitar 1 jam naik bus. Tapi saya enjoy tinggal disana, karena berasa tinggal di satu tempat yang sangat English. You know ada Pub, ladang pertanian, penduduk dengan logat Scouse. What else do u expect?

Guest House tempat menginap di Bolton, Greater Manchester

Guest House tempat menginap di Bolton, Greater Manchester

Well, saya sudah sharing tentang pilihan2 akomodasi saat kita traveling. Ada satu cara lain yang bisa kita pilih tanpa mengeluarkan uang sama sekali yaitu dengan ala coach surfer, yaitu kita join di satu komunitas yang merelakan rumahnya/apartemennya untuk di tempati oleh para turis. Saya belum pernah coba cara yang ini sih, tapi worth it to try. Atau yang paling enak sih kalo ada temen atau saudara di tempat yang akan kita kunjungi, itu mah enak pisann hehe

Sebagai penutup, sekali lagi akomodasi adalah salah satu faktor terpenting saat kita melakukan perjalanan. Akomodasi yang nyaman bisa memastikan mood, tenaga dan antusiasme kita dalam perjalanan dapat terus terjaga. Tapi tentu budget, dan experience yang kita dapat akan sangat berbeda dari setiap model akomodasi yang kita pilih. Anyway, saya pernah merasakan tinggal di hotel mewah, tidur di kamar budget hotel yang sempit dan pengap, atau tidur berempat dengan orang yang tidak saya kenal di satu hostel, tapi pengalaman terbaik saya selama ini adalah ketika saya menginap di satu hotel di Darjeeling, India. Hotel murah, kira2 120 ribuan rupiah semalam, kamar mandi sendiri, tapi menawarkan pemandangan yang sangat indah dari jendela kamarnya: pegunungan Himalaya. It’s priceless!

Pegunungan Himalaya, dari jendela hotel. Darjeeling - India, Maret 2010

Pegunungan Himalaya, dari jendela hotel. Darjeeling – India, Maret 2010

View All

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *