Perth, antara Freemantle, Kangaroo dan Nude Beach

Saya mengunjungi Perth, ibu kota Western Australia pada bulan Juni 2014. Kunjungan yang bersejarah buat saya karena hanya dengan bermodalkan tiket 300 ribu saya sudah bisa terbang dari Denpasar menuju Perth hehe. Kunjungan pertama saya ke Australia, negara ke 19 dan benua ke 3 yang sudah saya kunjungi. Saya hanya punya waktu lima hari efektif untuk bisa mengeksplore keindahan kota disela sela jadwal saya mengunjungi Health and Safety Expo disana.

Perth adalah kota yang nyaman dan tenang. Semua serba teratur. Cocok banget untuk tempat belajar, mengingat ada berbagai universitas disana. Dari mulai kampus swasta yang namanya terdengar samar samar sampai universitas berkelas dunia. Ada banyak spot menarik yang bisa dilihat di Perth, didukung oleh layanan bis gratis (CAT Bus) yang bisa dinaiki turis maupun penduduk lokal. Bis gratis itu melayani 4 rute utama kota Perth, terbagi dalam CAT Yellow, Green, Blue and Red, lumayan banget buat ngirit hehe. Selama di Perth, saya seringkali naik bis dari ujung ke ujung hanya untuk melihat suasana keseharian penduduk disana, mumpung gratis jugaa hehe.  Yang menarik, saya perhatikan setiap penumpang yang turun dari bis, pasti mengucapkan terimakasih kepada supir bis itu. So sweet banget ya mereka! Saya setuju, kita memang seharusnya memberikan apresiasi kepada driver yang sudah mengantar kita sampai tujuan dengan selamat. Di seputaran pusat kota Perth, kita bisa mengunjungi banyak spot menarik seperti Bell Tower, The Perth Cactus, London Court, Swan River, Perth Mint, atau mengunjungi Murray Street  atau Hay Street untuk berbelanja.

Pohon Boab Raksasa di King's Park, Perth

Pohon Boab Raksasa di King’s Park, Perth

Saya mengunjungi King’s Park and Botanical Garden, salah satu taman terindah yang pernah saya lihat. Buat pecinta tanaman, Kings Park bagaikan surga karena beragamnya tanaman yang ada disana. Yang paling menarik buat saya adalah pohon Boab raksasa, pohon khas daratan Australia yang bisa berumur hingga dua ribu tahun! Suku Aborigin sangat mengkeramatkan keberadaan pohon itu. Kabarnya pohon Boab raksasa yang ada di King’s Park berusia 750 tahun dan berasal dari Kimberley Region di Western Australia, 3200 km dari King’s Park. Pohon itu dipindahkan akibat proyek pembangunan jalan Great Northern Highway. Upaya memindahkan pohon raksasa itu harus  menggunakan truk trailer berukuran 25 m, dua lajur jalan dan dikawal polisi di sepanjang perjalanan. Sebelum dipindahkan, orang Aborigin Gija membuat satu ritual khusus berupa upacara perpisahan bagi pohon keramat itu. Begitupun ketika sampai King’s Park, orang asli Nyoongar pun melakukan upacara selamat datang bagi pohon boab raksasa itu.

Belum ke Australia jika belum melihat Kangaroo dan Koala dari dekat, hewan endemik dan maskot benua terkecil didunia itu. Untuk melihat hewan lucu itu, saya mengunjungi Caversham Wild Park yang dapat dicapai dalam waktu 45 menit dari pusat kota Perth dengan menggunakan kereta arah Midland, turun di Bassendean. Dari stasiun kereta, kita bisa mencapai lokasi wildpark dengan menggunakan bis nomor 995 dan turun tepat di Whiteman Park. Dari situ ada shuttle bus yang akan mengangkut pengunjung hingga ke dalam. Tiket masuk seharga 25 AUD. Mengunjungi Wildpark itu sungguh sangat mengasyikkan karena kita bisa dengan bebas melihat, mengelus bahkan ikut memberi makan para Kangaroo. Jenis Kangaroo itu ternyata bermacam macam, kangaroo dari utara Australia berbeda dengan Kangaroo dari barat. Jika beruntung, kita bisa berfoto dengan Koala. Kenapa beruntung? Mengingat koala itu adalah hewan paling malas sedunia karena koala bisa tidur sampai 20 jam sehari. Waktu aktif yang hanya 4 jam sehari itu di gunakan untuk makan daun Eucalyptus. So, jika ada koala yang sedang aktif, kita bisa berfoto dengan koala tersebut.

Belum lengkap rasanya kunjungan ke Perth, jika belum mengunjungi Freemantle. Kota kecil nan indah dengan banyak bangunan kuno. Mengunjungi Freemantle dari Perth bisa dengan bis ataupun dengan kereta. Banyak yang dilihat disana, yang paling menarik buat saya adalah mengunjungi Freemantle Market, pasar yang menjual berbagai barang disana, dari mulai buah – buahan segar, makanan, benda benda antik, handycrafts, sampai lukisan. Di Freemantle juga ada layanan bis CAT gratis, seperti halnya yang bisa kita jumpai di Perth. Jadi seharian disana, saya juga ikut menikmati layanan gratis keliling kota Freemantle hehe.

Sehari sebelum pulang, saya berniat mengunjungi pantai yang ada di seputaran kota Perth. Australia mempunyai banyak pantai yang indah, yang langsung berbatasan dengan Samudera Hindia yang teduh. Saya mengunjungi pantai Cottesloe, 30 menit perjalanan dengan bis dari pusat kota Perth. Pantai indah dengan pasir yang putih. Sayangnya, saat itu di bulan Juni, daratan Australia sedang memasuki musim dingin. Walaupun matahari terasa terik, namun angin dingin yang berhembus dari arah samudera begitu dingin menusuk tulang. Sore itu banyak orang yang terlihat berolahraga di pantai. Untuk mengusir dingin, sayapun turut berjalan menyusuri pantai dari arah Cottesloe menuju Swanbourne. Sampai kemudian saya menemukan plang “Clothing Optional Beach”. Oh La La, Mammamia, Onde Mande, ternyata saya memasuki kawasan clothing optional beach alias nude beach! Pantai dimana pengunjungnya boleh memakai pakaian dan boleh juga tidak memakai apa apa hehe. Namun sayangnya (ngarep banget ya? hehehe), saat itu musim dingin, siapa juga yang mau telanjang dipantai dengan resiko harus kerokan karena masuk angin? Orang bule sekalipun masih waras untuk tetap memakai pakaian lengkap saat berada di pantai itu. So, silahkan kembali di musim panas, jika ingin merasakan sensasi ketika tubuh polos tanpa sehelai pakaianpun bertemu pasir, air laut dan matahari #ehh

Pada hari terakhir, sebelum pesawat malam yang saya tumpangi bertolak dari Perth menuju Denpasar, saya menyempatkan untuk mengunjungi University of Wetern Australia, salah satu kampus terbaik di Australia. Saat saya traveling, selain mengunjungi museum, saya suka sekali datang dan berkunjung ke kampus kampus terbaik di kota yang saya kunjungi. Saya pernah mengunjungi University of Glasgow, Oxford University, London Shool of Hygiene and Tropical Medicine, Universidade Nacional Timor Lorosa’e, dan sekarang mengunjungi UWA. Kampus yang indah sekali dan nyaman karena banyak taman dan pepohonan yang menaungi kampus. Saya kemudian bervisualisasi dan merapalkan doa doa, semoga suatu saat kelak ada anak keturunan saya yang bisa menuntut ilmu di kampus kampus terbaik didunia. Menjadi orang yang tercerahkan, dan bisa memberikan manfaat yang sebesar besarnya bagi bangsanya dan agamanya, aamiin!

Berikut oleh oleh dari Perth

Hello Perth 🙂

A photo posted by Indra Kurniadi (@indrakurniadi) on

Mari kita pulang! Naik bis no 42 turun di Bulwer street, krn masuk wilayah free zone jadinya gratis deh #perth #aussie

A photo posted by Indra Kurniadi (@indrakurniadi) on

Old Church, Freemantle – Perth, June 2014 #tbt #architecture #perth #Traveling

A photo posted by Indra Kurniadi (@indrakurniadi) on

The Belltowers, Perth June 2014 #architecture #landmarks #perth #wa #aussie #Traveling

A photo posted by Indra Kurniadi (@indrakurniadi) on

Feeding the kangaroos #caversham #wildlife #perth #aussie

A photo posted by Indra Kurniadi (@indrakurniadi) on

Cinta sampai tua #cottlesloe #beach #indianocean #perth #aussie

A photo posted by Indra Kurniadi (@indrakurniadi) on

King’s Park, Perth June 2014 #latepost #traveling #backpaker #aussie

A photo posted by Indra Kurniadi (@indrakurniadi) on

View All

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *