PASANG

Saya selalu memilih hotel saat traveling melalui situs booking online karena mudah dan praktis. Biasanya saya memesan hotel atau penginapan lainnya melalui agoda, booking.com atau airbnb.com. Yang menjadi salah satu faktor penentu saya dalam memilih suatu hotel adalah review yang diberikan oleh customer yang sudah pernah menginap di hotel tersebut. Jangan pernah percaya dengan foto yang ditampilkan. Saya pernah hampir terkecoh ketika memilih hotel di Mumbai. Saya lihat foto gedungnya bagus dan besar, eh ternyata ketika sy cek di website lain, sebetulnya gedung hotel tersebut ramping hehehe.

Saat saya mencari hotel di Nagarkot Nepal, mata saya tertuju ke satu review yang diberikan oleh seseorang untuk pengalamannya menginap di Eco Resort Home. Traveler dari Thailand tersebut menceritakan pengalamannya menginap di hotel tersebut tepat saat gempa Nepal terjadi pada bulan April tahun lalu. Dia menceritakan betapa besarnya rasa tanggung jawab pemilik hotel dan staffnya yang bernama Pasang terhadap para tamunya. Ketika gempa terjadi dan semua orang dihotel tersebut berebut keluar, Pasang hanya sebentar pulang ke rumahnya tak jauh dari hotel untuk memastikan keluarganya selamat. Setelah itu, dia kembali ke Hotel untuk mendampingi para tamunya yang akibat khawatir ada gempa susulan harus terpaksa tidur di alam terbuka. Dia membuatkan makanan dan menjaga mereka. Pemilik hotel tersebut, yang tinggal di kota lain, juga segera bergegas menuju hotel dengan membawa berbagai bahan makanan untuk para tamu. Mengingat saat bencana terjadi, hampir tidak ada warung dan toko makanan yang buka. Dari review traveler Thailand itulah kemudian saya memutuskan untuk menginap di hotel tersebut. Dari ceritanya saya sudah bisa merasakan kehangatan hubungan antar manusia yang menembus sekat agama, ras dan negara.

Di malam kedatangan kami di Nagarkot, akhirnya saya bisa bertemu muka dengan Pasang. Penduduk asli Nagarkot yang sudah bekerja lama di hotel itu. Wajah Tibetnya terkesan keras, namun keramahan dalam melayani tamu yang datang ke hotel terasa sampai kehati. Malam itu dia menemani kami mengobrol di depan perapian sambil ditemani secangkir teh hangat. Dia bercerita banyak, tentang gempa yang terjadi, tentang kegelisahannya karena sedikitnya turis yang datang ke Nepal pasca gempa (malam itu kami satu satunya tamu di hotel), juga tentang harapannya dimasa depan.

Besok paginya, harapan kami melihat matahari terbit muncul diantara pegunungan Himalaya harus pupus. Pegunungan tertinggi di muka bumi itu tertutup oleh awan dan kabut tebal. Hanya satu puncak yang terlihat dan itupun tidak terlalu jelas. Namun, kami tidak kecewa, keindahan Himalaya yang tidak dapat kami nikmati itu sudah tergantikan oleh keindahan hubungan antar manusia.

Terimakasih Pasang

View All

2 Comments

  1. Dan semoga Pasang bisa segera kembali bernapas lega, karena saat ini Nepal sudah mulai marak dikunjungi oleh wisatawan kembali. Pembangunan juga sudah mulai gencar dilakukan dimana-mana, termasuk kota-kota tua dan bangunan bersejarah, serta infrastruktur nya. Terakhir kesana April 2016 lalu sih gitu.

    Reply

    1. indrakurniadi May 28, 2016 at 6:39 pm

      Aamiin…semoga gw bisa balik ke Nepal dan bisa menjumpai wajah2 bahagia lagi disana

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *