Menginap di rumah penduduk lokal via Airbnb

Di era digital yang berkembang pesat seperti sekarang ini, memesan hotel, hostel atau bed and breakfast di berbagai tempat di seluruh dunia bisa dilakukan melalui satu sentuhan kecil di laptop, tablet maupun handphone kita. Bisa memesan langsung melalui website hotel tersebut, atau memesan via pihak ketiga seperti Agoda.com, Booking.com, Traveloka, Pegipegi dan berbagai web lainnya.

Sekarang ini ada satu model pemesanan akomodasi yang menurut saya menarik karena kita bisa memesan satu tempat di rumah atau apartemen milik penduduk lokal di lokasi yang kita tuju melalui web pihak ketiga, Airbnb.com. Model bisnis mereka sangat menarik karena siapapun bisa menyewakan kamar atau rumah atau apartemen mereka kepada orang lain melalui website Airbnb.com tersebut. Menjadi menarik buat kita sebagai seorang traveler karena kita bisa memilih alternatif selain hotel/hostel dengan harga terjangkau. Dan buat saya yang paling berkesan dengan menginap di tempat tinggal penduduk lokal adalah kita bisa melihat cara hidup mereka, melihat langsung isi rumah mereka, bahkan melihat dapur dan kamar mandi mereka. Kesempatan tersebut bisa ditukar dengan uang yang juga bermanfaat bagi si empunya rumah untuk membantu mereka membayar berbagai kebutuhan sehari – hari.  Well, memang ada banyak web seperti Coachsurfing yang membuka kesempatan bagi traveler untuk menginap di rumah sesama member mereka secara gratis. Namun, jujur buat saya dengan menginap secara gratis malah membuat saya merasa sungkan, karena sepertinya akan merepotkan. So saya merasa lebih nyaman untuk menginap di satu rumah atau apartemen penduduk lokal melalui Airbnb.com karena bisa saling memberikan manfaat secara langsung.

Saya pernah beberapa kali menginap di apartemen penduduk lokal via Airbnb.com saat saya mengunjungi Florence, Verona, Perth dan Kuala Lumpur. Di Florence, saya menginap di apartemen milik seorang Opa yang tinggal sendiri dan memiliki kamar lebih yang dia sewakan untuk turis. Apartemen tersebut berlokasi di daerah strategis, hanya sekali naik bus dari stasiun kereta Santa Maria Novella. Di Verona, saya menginap di rumah seorang Oma tua yang juga tinggal sendirian di satu apartemen yang berlokasi tidak jauh dari stasiun kereta api Porto Nueva. Walaupun komunikasi kami sedikit terhambat karena bahasa Inggrisnya yang terbatas, namun saya bisa merasakan kehangatan dan kebaikan hati Oma tersebut. Saya merasa seperti berada dirumah sendiri. Dia tidak segan segan membuatkan saya teh hangat ditengah udara musim dingin yang menusuk tulang, memberikan makanan, sampai memberikan saya informasi yang dibutuhkan untuk menjelajah kota Verona yang indah. Well, ada kesamaan yang saya lihat dari kedua apartemen milik orang Italia yang saya tinggali itu, apartemen mereka sangat hommy, rapi dan artistik banget. Dan saya sangat terkesan dengan kamar mandinya, bersih, kinclong dan wangi. Membuat saya betah berlama – lama hehe.  Di Perth, saya menginap di apartemen milik seorang mahasiswa. Berlokasi di kawasan strategis, hanya sekali naik bis dari pusat kota Perth, namun harga menginapnya sangat amat terjangkau. Saat liburan keluarga besar di Kuala Lumpur, saya menginap di apartemen besar dengan tiga kamar tidur. Harga permalam menginap disitu jauh lebih murah daripada menginap di hotel, namun sayangnya lokasinya sangat jauh dari pusat kota. Sehingga menyulitkan kami dalam bepergian.

Dari pengalaman saya menyewa tempat menginap via AirBnB.com diatas, berikut saran yang bisa saya berikan dalam memilih penginapan melalui web tersebut :

  1. Profil host, kita harus melihat profil si penyewa dan juga review dari para traveler lainnya yang sudah pernah menginap di properti mereka mengingat Airbnb.com juga berbasiskan review penggunanya. Ini sangat penting dan mandatory untuk memastikan bahwa kita tinggal bersama orang yang tepat. Jangan lupa untuk mencatat nomor kontak host kita untuk memudahkan kita berkomunikasi sebelum kedatangan atau disaat kita menginap di properti mereka.
  2. Lokasi, kita harus sesuaikan lokasi rumah / apartemen yang akan kita sewa tersebut dengan rencana kita selama berada di kota tujuan. Perhatikan rute bis atau MRT yang melewati apartemen / rumah yang kita sewa, syukur syukur property yang kita sewa tersebut dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari pusat wisata yang ingin kita kunjungi.
  3.  Fasilitas, kita harus dengan cermat melihat fasilitas yang ditawarkan oleh host kita. Apakah biaya termasuk fasilitas internet gratis dan sarapan? Apakah ada biaya tambahan diluar biaya yang sudah kita bayarkan melalui Airbnb.com? Waktu saya menginap di Verona, saya dikenakan pajak menginap dari pemerintah kota sebesar 1,5 Euro yang dipungut oleh host saya di hari kedatangan saya disana.

Demikian gaes, semoga bermanfaat. Happy Traveling!

*sumber foto: B&B Casa Doro, tempat menginap saya di Verona. Highly recommended

View All

2 Comments

  1. Saya fans berat airbnb karena bisa hemat biaya traveling dengan keluarga. Baru nyoba di Sydney, Blue Mountains dan Jepang. Soon will be for our #TurkiyeFamTrip. Setuju sama Mas Indra, yang saya cari adalah sensasi “being a local” nya kalau inep di airbnb:)

    Reply

    1. Indra Kurniadi May 31, 2016 at 12:16 am

      Setuju mba tesya! saya juga fans berat airbnb hehe *toss

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *