Melintas Batas

Sekarang ini berpetualang melintas batas antar negara menjadi suatu hal yang tidak sulit dilakukan, terlebih ketika kita ada di era penerbangan murah, para airline berlomba – lomba memberikan tiket berharga murah yang bahkan seringkali lebih murah dari harga tiket bis atau kereta dengan tujuan yang sama. Satu keuntungan bagi kita para traveler untuk lebih sering berpetualang ūüôā

Namun buat saya, perjalanan melintas batas antar negara dengan menggunakan moda transportasi darat dan laut jauh lebih keren daripada menggunakan pesawat terbang. Banyak kesan yang kita dapat dari perjalanan itu, dari mulai teman baru sesama traveler atau penduduk lokal dan pemandangan indah disepanjang perjalanan. Buat saya pengalaman menempuh jarah beratus bahkan beribu km dengan perjalanan darat itu adalah satu pencapaian sendiri. Kesan yang kita dapatkan saat naik bis berjam Рjam, naik kereta sehari semalam tidak akan pernah kita dapatkan ketika kita melakukan perjalanan dengan pesawat.  Apalagi konon katanya petugas imigrasi di perbatasan darat kadang lebih galak dari petugas imigrasi di bandara, konon loh *efek nonton film.

Pengalaman saya dalam melintasi negara satu ke negara lain melalui darat/laut masih cetek.  Pengalaman pertama saya melintas batas antar negara adalah saat dulu pertama kali traveling ke Singapore dan lalu nekat aja beli tiket bis ke Johor Malaysia. Di perbatasan Singapore РMalaysia sempat bingung karena baru pertama kali dan karena saya melintas perbatasan pada saat jam pulang kerja, saya harus berbaur dengan ribuan orang yang antri di imigrasi. Disitu saya baru tau, bahwa saat kita keluar dari Singapore lalu masuk ke wilayah Malaysia, kita bisa naik bis yang berbeda dari bus yang kita tumpangi dari Singapore selama nama dan tujuan bis nya sama. Saya baru tau hal tersebut setelah berjam Рjam nunggu bis yang saya tumpangi dari Singapore, untungnya dikasih tau orang sana hehe. Mungkin dia kasian sama tampang melas saya hehe. Sampai di terminal bus Johor, saya langsung cari bus lanjut ke KL. Sampai di KL pagi Рpagi buta, saya hanya istirahat di Mesjid Jamek, pagi2nya ke Petronas Twin Tower, lalu siangnya kembali lagi ke Singapore juga naik bis, langsung lanjut ke Changi, ngejar pesawat kembali ke Jakarta.

Kesempatan selanjutnya waktu saya traveling dari KL menuju Phuket, dari KL naik kereta malam ke Hatyai, kemudian lanjut naik bus ke Phuket. Kereta berhenti di perbatasan Malaysia – Thailand, semua penumpang harus berhadapan dengan petugas imigrasi dari kedua Negara. Keluar dari imigrasi Malaysia, lalu masuk lagi ke imigrasi Thailand. Lucunya walau hanya dipisahkan garis imajiner yang memisahkan Malaysia dan Thailand, kita harus menyesuaikan waktu di jam kita, karena ada perbedaan waktu satu jam antara Malaysia dan Thailand.

Selanjutnya waktu saya melintas batas antara Macau ke Hongkong dengan ferry. Well, walau sekarang ini kedua wilayah tersebut sudah menjadi milik China,  saat saya traveling kesana sekitar tahun 2009, masing Рmasing wilayah itu masih memiliki petugas imigrasi sendiri, selain mata uang sendiri. Yah paling ngga cap Macau dan Hongkong bisa dipake buat nambah koleksi cap antar negara di passport hehehe.  Perjalanan melintas batas dengan ferry juga pernah saya alami dari Batam nyebrang ke Singapore, jalur favorit para backpacker sebelum era pesawat murah dan ketika era fiskal masih berlaku hehe.

Pengalaman melintas batas terakhir, waktu saya traveling ke Dili, Timor Leste. Berangkat kesana dengan Merpati via Denpasar dan saya memilih meninggalkan Timor Leste lewat jalan darat. Dan pengalaman perjalanan dari Dili menuju Kupang lewat darat adalah salah satu pengalaman traveling yang paling berkesan untuk saya so far. Pemandangan indah sepanjang perjalanan, pengalaman menyusuri pelosok Timor Leste untuk memotret kondisi terkini pasca merdeka, dan teman – teman baru di sepanjang perjalanan. Believe me, it’s worth it!

Pengalaman melintas batas itu membuat saya ketagihan untuk lagi dan lagi. Salah satu impian terbesar dalam traveling adalah saya pengen banget naik kereta Trans Siberian Railway, bermula dari Beijing, melintasi negara – negara di asia tengah lalu berakhir di Moscow. Saya juga pengen banget naik kereta api dari London menuju Istanbul, menyusuri jejak Orient Express yang sayangnya sudah berhenti beroperasi pada 2009. Saya juga memiliki impian berpetualang naik bis di Amerika Selatan, berpindah dari satu negara ke negara lain. Salah satu impian saya yang lain, saya juga ingin melintas perbatasan darat negara kita di Kalimantan dan Papua, dan perbatasan laut antara negara kita dengan tetangga, Malaysia, Australia dan Filipina, tentu bersama para jagoan saya dan istri tercinta, semoga bisa terwujud suatu saat nanti, aamiin.

View All

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *