Meet the scammers!!

You know, traveling tidak berarti selalu berada dalam keadaan yang menyenangkan atau hal indah lainnya. Ada kalanya kita harus menghadapi satu keadaan yang tidak menyenangkan dan menyebalkan.

Dalam karir traveling saya, sayapun beberapa kali menghadapi kejadian – kejadian yang tidak menyenangkan. Yang paling berkesan adalah saat saya pertama kali ke Bangkok sendirian pada tahun 2009. Pengalaman pertama saya kena tepu di negeri orang. Waktu saya jalan – jalan sendirian menuju Grand Palace, saya ditipu orang yang bilang Grand Palace tutup karena ada upacara keluarga kerajaan. Dan dia menawarkan sebagai gantinya untuk menunjungi 3 kuil naik tuktuk dengan harga yang sangat murah. Ujung – ujungnya, saya dibawa ke satu toko penjual perhiasan yang jika kita belanja ditoko itu, si sopir taxy dan komplotan penipu itu mendapatkan komisi yang tidak sedikit. Dan bahayanya adalah banyak kabar yang menyebutkan kalo perhiasan yang dijual disana PALSU! Karena saya ga mau dipaksa dan had an hard argue with supir tuktuk itu, saya malah diturunkan paksa di satu daerah yang antah berantah, ga ada satupun yang bisa bahasa inggris. Setelah berjalan cukup lama ga tentu arah, baru saya bisa nemu supir taxy dan minta diantar ke mall terdekat. Besoknya saat saya kembali untuk mengunjungi Grand Palace, ternyata kemarinnya mereka ga tutup *grrrrr

Satu lagi pengalaman di tipu di bangkok, saat saya menitipkan tas di tempat penitipan barang di kawasan Khaosan Road. Saya memang salah tidak mencek lagi kartu penitipan. Dan saat saya mengambil tas saya itu, dia ngecharge saya 2 hari lebih lama dari yang seharusnya, what the F!

Waktu saya ke kolkata, saya hampir ketipu sama supir taxy yang ngecharge saya dengan harga selangit.  Ketika saya memutuskan ga jadi pake dia, eh si supir taxy itu marah dan mengejar saya. Sayapun masuk kembali ke airport untuk cari polisi. Untungnya kemudian saya ketemu sama 3 orang traveler dan akhirnya kita share taxy airport menuju Sudder Street. Dan melihat saya berombongan, si supir taxy tadi ngga berani ganggu saya lagi.

Oia, saya sering denger kabar tentang banyaknya scammer di India. Yang paling serem kalo kita naik taxy dari Airport atau stasiun kereta/bus menuju hotel tempat kita menginap, banyak supir taxy itu yang akan bilang hotel tujuan kita itu sudah tutup, atau terbakar. So dengan itu mereka bisa bawa kita ke satu hotel jaringan mereka supaya mereka bisa dapet komisi dari itu. Cadas banget ya gaya tipu – menipu mereka itu!

Waktu saya ke Paris, ada beberapa temen sesama traveler yang kena tipu waktu mereka iseng – iseng masuk ke Nude Club. Intinya kena peras sama preman sana saat beli minuman yang harganya di charge berkali – kali lipat dari harga normal. Untungnya saya ga ikut ajakan mereka waktu itu hehehe

So, like I said before, traveling tidak berarti kita selalu ketemu yang indah – indah, atau seluruh rencana kita berjalan on track. Ada kalanya kita harus menemui keadaan – keadaan di luar yang kita harapkan. Ketemu para scammers itu adalah salah satunya. Tapi menurut saya ga usah takut dan panik, karena justru itu menjadi bumbu dari setiap perjalanan. Hal seperti itulah yang membuat adrenalin kita terus bekerja dan membuat kita terus waspada. Kuncinya adalah setiap kita akan bepergian ke satu tempat, cobalah browsing mengenai kondisi di kota tujuan itu. Biasanya kalo kita browse ke wikitravel, atau lonely planet, mereka akan kasih gambaran modus apa saja yang biasa di pakai oleh para scammers untuk menjebak kita. So, tinggal kemudian kita yang harus selalu waspada dalam kondisi apapun dan be a brave Man!

“Fortuna Favi Fortus = keberuntungan akan memihak orang – orang yang berani” 

Tuk tuk driver

Tuktuk driver yang menipu saya di Bangkok! Oh yes, I always remember his face grrrr

View All

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *