Jangan takut untuk traveling sendirian

Mostly, saya selalu sendirian saat saya traveling. Kenapa? Awalnya karena ga gampang untuk menemukan seorang travel mate yang mempunyai selera yang sama, mempunyai waktu luang yang sama atau mempunyai saat “punya duit” yang sama. Yah, saat saya punya duit buat traveling ga ada yg bisa diajak berangkat bareng, begitupun sebaliknya saat ada temen yg ngajakin traveling giliran saya yg bokek. Well, menurut saya sih traveling bersama teman asalkan memenuhi ketiga syarat tadi akan jauh menyenangkan karena bisa punya teman selama di perjalanan, bisa share cost dalam berbagai hal misalnya share kamar, share makanan, share taxy kalo seandainya harus pake taxy, dll dll.

Tapi bukan berarti traveling sendirian itu jadinya bakal mati gaya ya. Ada banyak hal yang menurut saya menjadi keuntungan ketika kita traveling sendirian, seperti misalnya kita bisa melakukan apapun, pergi kemanapun sesuka hati kita. Kalo traveling bareng teman pastinya akan ada kompromi2 terhadap rencana perjalanan. Kadang saya cuma melakukan “the art of doing nothing”  yg buat banyak orang mungkin kegiatan yang membosankan, kaya nongkrong di pantai sambil baca buku, dengerin ipod, maen air. Atau misalnya naik MRT hanya untuk merasakan sensasi “lost in translation”, dengerin banyak orang ngomong dengan bahasa yang sama sekali tidak kita mengerti. Tapi buat saya itu malah aktivitas yang menyenangkan.

Well, traveling sendirian juga akan “memaksa” kita untuk berinteraksi dengan penduduk lokal atau dengan sesama traveler. Banyak pengalaman yang menarik buat saya seperti pengalaman saya tinggal di area backpacker di Bangkok, Ho Chi Minh City, Macau, Kolkata dll. Pengalaman saya naik bis bareng dengan sesama traveler dari Canada & Finlandia ketika di Macau, pengalaman ditolong sekelompok orang Yahudi ketika nyaris tenggelam di Phi Phi Island, pengalaman share taxy dengan sesama traveler yang baru kenal dari bandara ke pusat kota Kolkata, pengalaman sekamar bareng traveler dari Korea (cowo ya hehe) untuk menghemat cost ketika di Kolkata. Dan yang paling berkesan adalah ketika saya traveling di Darjeeling India, karena nyaris selalu ketemu temen baru sesama traveler dan penduduk lokal. Nongkrong bareng temen2 traveler dari USA, Perancis dan Inggris yang akhirnya menjadi temen baru, sampai debat sepakbola dengan seorang fans berat Liverpool di satu resto kecil milik orang Tibet. So, bukankah hal – hal seperti itu yang bisa memberikan makna dalam setiap perjalanan kita?

So guys, jangan pernah takut untuk traveling sendirian. Believe me, sometimes it such a “life changing experience”.

View All

One Comment

  1. “sesuatu” banget membaca artikel ini seneng ada orang yang punya kegemaran yang sama yaitu traveling sendirian

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *