HIMALAYA

Buat banyak orang yg menggemari kisah kisah petualangan, barangkali Himalaya ada dalam daftar teratas sebagai tempat yang paling ingin dikunjungi. Terlebih buat para anak gunung yg gemar mendaki puncak puncak tertinggi. Banyak dari temen saya yg hobby naik gunung bilang bahwa Himalaya itu bagaikan Meccanya para pendaki gunung. Setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka berharap bisa melihat, menatap dari dekat, menghirup udara atau bahkan menjejak dan menggenggam salju pegunungan tertinggi di dunia yang membentang sejauh ribuan kilometer, dari Pakistan sampai ke India dan Bhutan, dari Nepal sampai ke Tibet (Tiongkok).

Saya melihat Himalaya dengan mata kepala sendiri untuk pertama kalinya saat saya traveling ke Darjeeling India pada tahun 2010. Saat itu saya bisa melihat Konchenjunga, puncak tertinggi di India dan puncak tertinggi ke 3 didunia dengan mata kepala saya sendiri. Moment itu sangat magical buat saya. Moment yang membuat saya ingin melihat Himalaya lagi dan lagi.

Kali kedua saya melihat Himalaya saat saya traveling ke Pokhara Nepal pada bulan Maret 2015, hanya beberapa minggu sebelum gempa terjadi. Saat itu saya bahkan bisa melihat Annapurna Himalaya dari jendela kamar hotel tempat saya menginap. Dan lebih jelas lagi ketika keesokan harinya saya pergi ke Sarangkot untuk menikmati keindahan pemandangan matahari terbit muncul dari pundak Fish Tail, salah satu puncak tertinggi di Annapurna Himalaya. Keren bukan?

Menikmati Himalaya dari Nepal bisa dengan berbagai cara, dengan berjalan kaki berkilometer jauhnya menuju Poon Hill atau Annapurna Base Camp dari Pokhara, trekking ke Langtang, naik pesawat ke Lukla dari Kathmandu untuk kemudian berjalan kaki selama 7 sd 12 hari hari untuk bisa mencapai Everest Base Camp. Mount Everest dalam bahasa Nepal disebut sebagai Sagarmatha (Forehead in the Sky) atau dalam bahasa Tibet disebut Chomolungma (Mother of the Worlds).

Jika tidak sanggup trekking berhari hari, kita juga bisa menikmati Himalaya dari jauh. Cukup dengan pergi ke Pokhara atau Nagarkot atau desa desa kecil di kaki gunung lainnya untuk menikmati Himalaya dari jendela kamar hotel. Jika kita punya budget lebih, kita bahkan bisa menikmati Himalaya dari jendela pesawat. Di Kathmandu atau Pokhara banyak dijual paket Mountain Flight, terbang dengan pesawat khusus untuk memutari Himalaya. Budget yang harus kita alokasikan untuk terbang selama satu jam itu kira kira 250 USD. Mahal sih memang, namun pemandangan yg ditawarkan sangat luar biasa indah. Once in a lifetime experience. Atau kita juga bisa menikmati Himalaya dari jendela pesawat dengan bepergian dari Kathmandu ke Pokhara atau sebaliknya bersama Buddha Air atau Yeti Airlines.

Saya percaya, perlu sedikit keberuntungan untuk bisa menikmati Himalaya. Bukan berarti dengan kita sudah terbang beribu kilometer untuk datang ke Tibet, Nepal, India atau Bhutan, kita sudah pasti bisa melihat Himalaya dengan jelas. Seperti halnya yang saya alami tahun lalu saat kunjugan saya yang pertama kali ke Nepal. Dari empat hari yang saya habiskan di Pokhara, hanya satu hari saja saya dapat menikmati Himalaya dengan jelas. Selebihnya, Himalaya malu malu bersembunyi dibalik awan. Lebih lagi yg saya alami sekarang ini, dua hari yang lalu setelah landing di Kathmandu kami langsung charter taxy menuju Nagarkot. Dengan harapan esok paginya kami bisa melihat matahari terbit dari sela sela puncak Himalaya. Namun apadaya, kabut tebal dan awan menutupi langit. Hanya satu puncak yg terlihat pagi itu, namun pemandangan itu sudah cukup membuat rekan saya, Fransiskus Ayok, senang tiada kepalang. Begitupun hari ini, sebetulnya kami berencana pergi ke Pokhara untuk melihat Annapurna Himalaya. Namun melihat kondisi cuaca, rencana itu kami urungkan. Padahal hampir semua buku buku perjalanan menyebutkan bahwa musim dingin adalah salah satu musim terbaik untuk bisa melihat Himalaya. Namun apalah daya kita? Tapi tak apa, ini akan menjadi salah satu alasan kita untuk kembali lagi ke Nepal suatu saat nanti.

“The mountains were so wild and so stark and so very beautiful that I wanted to cry. I breathed in another wonderful moment to keep safe in my heart” Jane Wilson

Dhanyabad Nepal

Kathmandu, 25 Januari 2016

View All

12 Comments

  1. Ayo Ndra, dicoba trekking ke Annapurna. Gw yakin lo bisa, percaya deh. Once in a lifetime experience, gak bakal nyesel 🙂

    Reply

    1. indrakurniadi May 28, 2016 at 6:41 pm

      iya bro..wajib kudu balik lagi ke Nepal untuk trekking..gw termotivasi bgt dgn cerita dan vlog elo waktu trekking kesana..

      Reply

  2. ahh, jadi kangen HIMALAYA!

    saya ke Nepal tahun 2015 lalu, dan memang benar ya, perlu keberuntungan jg. pas di Pokhara, dapet cuaca cerah jadi Annapurna bisa terlihat dengan jelass.. eh pas di Nagarkot cuaca kurang bagus, berkabut, sehingga si Everest terlihat kurang jelas. yang penting sdh sempet lihat Himalaya dengan mata kepala sendiri, rasanya luar biasaaa! 😀 😀

    Reply

    1. indrakurniadi May 28, 2016 at 6:42 pm

      Hehe..sama banget pengalamannya ya mas..thanks mas chocky dah mampir ke blog saya

      Reply

  3. Himalaya itu Impian terbesar. dah menjajal sebagian wialayah yang di India.
    Sayangnya, kemarin waktu ke Nepal aku nggak nanjak. Soalnya aku jalan sama si kecil. Nggak ditemenin suami. mandang gegunungan waktu di nagarkhot, kakiku gatel.

    Cuman nitip doa dalam hati, suatu saat bisa menyapa

    Reply

    1. indrakurniadi May 30, 2016 at 11:01 am

      aamiin..semoga doanya terkabul ya mba!

      Reply

  4. Mr.husband’s #1 bucketlist is Himalaya, Mas Indra. Tapi saya masih ketar ketir aja kesana ama kedua Kiddos kami:D
    Mudah2an kesampaian someday, atau mungkin Mas Indra pergi duluan, biar saya bisa tanya-tanya? Hahaha..

    Reply

    1. Indra Kurniadi May 31, 2016 at 12:15 am

      Hahahaha iya mba sama..suatu saat sy juga pengen ngajak anak2 saya trekking ke Himalaya..kemarin 2 kali ke Nepal cuma bisa liat dari jauh aja hehehe..thanks udah mampir di blog saya mba 🙂

      Reply

  5. Himalaya is my big dream/list, semoga bisa suatu saat bisa kesini. Minimal trekking aja..#nah,lho? Aku naksir Himalaya zaman sekolah dulu, karena abang bawa photo pemandangan luar negeri (Himalaya ) yang cuakep banget.

    Reply

  6. Mas dari kathmandu ke nagarkot charter taxi brp ya? Ada ga mas yg jalur trekkingnya ga makan wkt lama dan aman utk beginner? Berhub waktu cm sebentar aja kesana dan saya pengen coba trekking.

    Reply

    1. waktu itu kalo ga salah charter taxy 1000 Nrs = 200 ribu IDR. Kalo jalur trekking yang ga makan waktu lama mungkin setau saya ke poon hill, bisa liat annapurna himalaya. Waktu trekking bisa 3 – 4 hari. Namun dari Kathmandu harus ke Pokhara dulu kurang lebih 8 – 10 jam.

      Reply

  7. Mas, boleh recommend dong hotel tempat mas tinggal buat lihat view Himalaya lgsg dari hotel atau ada hotel lain yang katanya bagus mas?
    Makasih mas

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *