Dari museum ke museum

Salah satu aktifitas yang saya sukai saat traveling adalah mengunjungi berbagai museum. Terutama museum yang terkait dengan interest saya selama ini, sejarah dan budaya. Alhamdulillah, saya sudah pernah mengunjungi berbagai museum bersejarah berkelas dunia. Luar biasa jika melihat bagaimana gandrungnya bangsa bangsa tersebut dalam membangun museum dan menjadikan museum menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi. Sesuatu yang barangkali bangsa kita bisa belajar supaya kualitas museum kita bisa lebih berkualitas lagi.

Rosetta Stonre, British Museum London

Rosetta Stonre, British Museum London

Saat berkesempatan mengunjungi London pada musim gugur 2010, saya mengunjungi British Museum, museum kelas dunia pertama yang saya kunjungi. Sebagai salah satu museum tertua dan terpenting didunia, British Museum mempunyai jutaan koleksi bersejarah dari berbagai era dari berbagai wilayah di dunia.  Koleksi dari sejak era prasejarah, Mesir kuno, Yunani, Romawi, dunia Islam, sampai berbagai koleksi dari masa yang belum terlalu jauh dari sekarang.  Salah satu koleksi yang terpenting dari museum itu adalah koleksi dari zaman Mesir Kuno seperti rosetta stone, batu yang menjadi kunci dalam memecahkan arti huruf hieroglif, dan patung para firaun termasuk patung dada Ramses II yang terkenal itu. Yang tidak kalah menarik adalah koleksi peninggalan kuil Parthenon yang  kontroversial karena pemerintah Yunani menuntut agar koleksi tersebut dikembalikan kepada mereka.

Patung alexander the great, biritish museum London

Patung alexander the great, biritish museum London

Pada kunjungan kedua saya ke London pada Maret 2011, saya berkesempatan juga untuk mengunjungi Natural History Museum, museum berkelas dunia yang mempunyai jutaan koleksi fosil dan awetan hewan sejak masa Jurassic dulu. Kita bisa melihat fosil diplodocus yang sangat legendaris dan menjadi icon museum sejak awal abad ke 20. Yang paling berkesan buat saya adalah ketika saya bisa melihat burung Dodo!  Yah walaupun dalam bentuk stuffed model yang dibuat dalam bentuk sebenarnya. Yang waktu kecil suka baca komik pak Janggut, pasti tau burung Dodo hehehe. Sayangnya burung itu telah punah sejak abad ke 17 karena perburuan yang sangat masif! Burung Dodo yang ada di Natural History Museum itu menjadi salah satu koleksi yang paling terkenal.

Fosil diplodocus di Natural History Museum London

Fosil diplodocus di Natural History Museum London

Burung dodo di Natural History Museum London

Burung dodo di Natural History Museum London

Langit langit di Musseu Vaticani

Langit langit di Musseu Vaticani

Di Roma, saya mengunjungi National Museum dan juga Musei Vaticani, dua museum tertua di dunia, pada musim dingin tahun 2014.  Saat berkunjung ke Musei Vaticani, kita akan melihat berbagai koleksi yang awalnya adalah koleksi pribadi para Paus yang menjabat.  Kita bisa melihat berbagai koleksi lukisan, patung dan benda benda bersejarah lainnya.  Kebetulan saat saya ke Musei Vaticani, saya ikut dalam rombongan tur yang dipandu oleh seorang guide yang sangat fasih berbahasa Inggris dan komunikatif dengan para peserta. Saat mengikuti tour itu kita dibekali dengan headset yang bisa mendengar penjelasan dari guide tanpa harus berdekat dekat dengan dia.  Karena dia sendiri menggunakan mic yang terkoneksi dengan headset para peserta tur. Dia menjelaskan sejarah Vatican dan sejarah gereja sejak awal ketika Santo Petrus mendapatkan “mandat” dari Yesus untuk memimpin umat Kristiani seperti yang digambarkan dalam lukisan “delivery of the keys” yang dilukis oleh Pietro Perugino pada tahun 1481 – 1482. Lukisan tersebut bisa kita lihat di Sistine Chapel, kapel yang  terkenal karena menjadi lokasi pelaksanaan konklaf, pemilihan Paus yang baru.  Sistine Chapel yang juga menjadi destinasi terakhir kita dalam tur ke Musei Vaticani, adalah kapel kecil bersejarah yang terkenal dengan langit langit yang penuh lukisan indah karya sang maestro Michelangelo. Sang maestro melukis langit langit kapel seluas 12 ribu kaki persegi itu atas perintah Paus Yulius II dan diselesaikannya dalam empat tahun antara tahun 1508 hingga tahun 1512. Dari sejarah, saya tau bahwa sebenarnya passion Michelangelo adalah menjadi seorang pemahat, koleksinya bisa kita temui di museum Roma. Dia menjadi pelukis hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, melihat lukisan di langit langit Sistine Chapel, seperti tidak percaya jika lukisan indah itu dihasilkan oleh seorang pemahat yang melukis hanya sekedar untuk mendapatkan penghasilan, Mamma Mia!!

Koleksi Musseu Vaticani

Koleksi Musseu Vaticani

Nike of Samothrace, Louvre Paris

Nike of Samothrace

Saat berkunjung ke Paris pada musim semi tahun 2011, saya mengunjungi Musee du Louvre untuk melihat berbagai koleksi bersejarahnya termasuk lukisan Monalisa yang terkenal itu. Lukisan itu menjadi salah satu magnet yang paling banyak menyedot pengunjung. Hampir sama seperti British Museum, Louvre mempunyai berbagai koleksi dari berbagai masa dan berbagai negeri seperti Mesir Kuno, Yunani dan Romawi, Timur dekat, dunia Islam dsb. Koleksi patung dan seni pahat lainnya juga menjadi salah satu, dimana patung terkenal Nike of Samothrace peninggalan Yunani Kuno, menjadi salah satu koleksi patung yang paling terkenal di museum ini.

Louvre Pyramid

Louvre Pyramid

Lukisan Monalisa di Louvre Museum, Paris

Lukisan Monalisa di Louvre Museum, Paris

Saat saya berkunjung ke Istanbul pada musim dingin 2013, saya mengunjungi museum Topkafi yang mempunyai berbagai koleksi bersejarah peninggalan Nabi, para Khalifah juga para sultan kekaisaran Utsmani. Kita bisa melihat benda peninggalan berharga seperti pedang, baju perang, sampai perlengkapan pribadi Rasulullah seperti sandal dan jubah dan juga peninggalan fisik seperti patahan gigi dan potongan janggut Nabi. Sayangnya, tidak diperkenankan mengambil foto di museum itu. Sehingga tidak bisa didokumentasikan sebagai kenang – kenangan. Koleksi bersejarah lainnya yang bisa dilihat adalah koleksi benda benda peninggalan para Sultan Kekaisaran Utsmani seperti baju perang, baju kebesaran Sultan, pedang sampai perhiasan berharga.

resistance-museum-dili-timor-leste

Resistance museum, Dili

Dari berbagai museum yang sudah saya kunjungi, ada satu museum yang meninggalkan kesan yang amat mendalam bagi saya. Yaitu ketika pada bulan Desember 2013 lalu, saya berkesempatan mengunjungi museum Resistencia Timorense, museum perjuangan rakyat Timor Leste ketika menghadapi kolonialisme, sejak era Portugis sampai pendudukan Indonesia. Well, ketika saya mengunjungi museum itu, timbul perasaan yang campur aduk. Perasaan yang barangkali muncul ketika nasionalisme seseorang harus dipertentangkan dengan simpati terhadap perjuangan satu bangsa terjajah. Seperti tidak percaya rasanya, apakah benar bangsa kita yang konon katanya sangat anti terhadap penjajahan diatas dunia bisa berubah menjadi bangsa yang bengis saat berupaya merampas kemerdekaan satu negeri kecil diujung pulau Timor itu? Jika melihat berbagai foto, diorama dan video yang dipamerkan dalam museum itu, sulit rasanya untuk tidak percaya. Oh Allah, ampunilah bangsa kami!

View All

2 Comments

  1. Seru jalan jalan ke museumnya ya. Aku juga dulu SD gemar baca serial pak janggut dan si burung Dodo. Sampe penasaran pingin banget ketemu si burung dodo#ngayal terus pas dah gede baru tau kalau sudah punah, sedih banget. Eh, ternyata di London ada ya..#tetepsemangat semoga suatu hari bisa ketemu si burung Dodo,aamiin

    Reply

    1. amiin..semoga terwujud ya Sarah 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *