Bernegoisasi dengan Swiss Guard di Vatican

Saya berkesempatan untuk mengunjungi Vatican, negara terkecil didunia pada bulan Januari 2014. Negara ke 18 yang pernah saya kunjungi, Alhamdulillah. Walaupun berstatus negara independent, tapi jangan berpikir kalo untuk masuk ke wilayah Vatican itu kita membutuhkan visa dan harus melalui imigrasi. Negara kecil tersebut dikelilingi oleh wilayah Italia, khususnya kota Roma. So jika kita mau ke Vatican tentu kita harus punya dulu visa Schengen untuk bisa masuk ke Italia.

Ada dua cara untuk bisa masuk ke Vatican, yang pertama adalah masuk melalui Saint Peter Square untuk kemudian bisa masuk ke Gereja Santo Petrus, yang ini harus ngantri panjang pada saat – saat tertentu namun gratis ga perlu beli tiket. Cara lain adalah dengan masuk melalui Musei Vaticani dengan membeli tiket sebesar 32 Euro di website ini www.museivaticani.va, baiknya membeli online supaya kita bisa terhindar dari antrian panjang. Keuntungannya adalah kita bisa menikmati koleksi bersejarah dari museum Vatican ini termasuk bisa masuk ke Sistine Chapel, gereja bersejarah yang ceilingnya penuh dengan lukisan dari para Maestro, salah satunya MichelAngelo. Kita juga akan dipandu oleh guide yang akan menerangkan secara detail koleksi2 penting di museum, serta arti dari lukisan yang ada di Sistine Chapel. Worth it banget lah bayar 32 Euro daripada culang cileng sendirian hehe

Seharian di vatican rasanya ga cukup, karena banyak banget yang bisa di eksplore disana. Dan praktis saya seharian muter – muter di Vatican, dari mulai museum, sistine Chapel, sampai Gereja Santo Petrus, sampai – sampai saya ga sadar kalo ternyata hari sudah malam dan yang gawat adalah ternyata Museum sudah tutup dan saya tidak bisa kembali kesana untuk ngambil tas. Saya mulai panik karena saya harus segera meninggalkan Vatican untuk menuju Stadion Olimpico untuk menyaksikan pertandingan Lazio vs Juventus dan besok paginya saya harus meninggalkan Roma menuju Firenze. Saya segera menuju ke security dan polisi yang bertugas supaya bisa membantu saya mengambil tas saya yg ketinggalan di Museum. Dengan bahasa inggris yang terbata – bata, mereka membantu saya untuk bicara dengan pimpinan mereka yang kemudian ybs malah meminta saya untuk bicara dengan Swiss Guard, OMG! Saya pun segera menuju ke pos Swiss guard terdekat, bicara dengan mereka dan menjelaskan masalah yang saya hadapi. Awalnya mereka ngotot untuk meminta saya kembali besok pagi dan saya pun kekeuh supaya malam ini juga saya bisa membawa pulang tas saya. Mulailah semua ilmu negoisasi dan diplomasi saya lancarkan, mulai dari memainkan kartu sebagai fans bola yaitu saya sudah membeli tiket pertandingan Lazio vs Juve dan jauh jauh dateng dari Jakarta supaya bisa nonton pertandingan itu. Juga saya bilang bahwa besok pagi pagi sekali saya harus segera berangkat ke Firenze. Setelah sempet berdebat beberapa saat, akhirnya mereka luluh juga dan mau membantu saya, namun saya harus menunggu satu jam untuk kemudian datang ke pos Swiss Guard yg lain yg terletak di sebelah kiri Gereja Santo Petrus.  Well, menunggu di tengah2 udara musim dingin dengan suhu minus 2 derajat adalah satu perjuangan juga loh hehe

Alhamdulillah, setelah saya bolak balik ke pos tersebut, Swiss Guard yang berjaga mengizinkan saya masuk untuk bicara ke satu petugas keamanan yang berjaga di satu pos polisi di area dalam vatican. Setelah menunggu lagi sekitar setengah jam, akhirnya saya diantarkan petugas keamanan untuk mengambil tas saya di kantornya. Ternyata semua tas yang tertinggal setelah museum tutup akan di pindahkan kekantor tersebut. Setelah sempat was was tas saya hilang, saya malah kemudian bersyukur karena berkat tas itulah saya bisa masuk ke area yang turis manapun tidak bisa masuk, berbincang2 dengan Swiss Guard sampai melihat aktivitas pastor, biarawati dan orang – orang yang sibuk lalu lalang di area dalam Vatican. It’s PRICELESS !!

Begitu tas berhasil saya dapatkan, saya mengucapkan terimakasih kepada petugas yang mengantarkan saya juga kepada para swissguard yang berjaga. GRAZIE! Dan langsung segera pergi menembus dinginnya malam menuju Olimpico Stadium 🙂

Berikut oleh – oleh dari Vatican:

Saint Peter Square, taken from the Cupola :)

 

St Peter Basillica

Swiss Guard !

 

Gereja Santo Petrus, Vatican

View All

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *