1 Pasport, 14 Negara

Tidak terasa, akhirnya passport saya harus sudah di ganti dan diperpanjang karena akan expired pada November tahun 2013 ini. Well, ini adalah passport pertama saya yang sudah menemani saya berkelana selama kurang lebih 5 tahun ini dan menjadi saksi bisu perjalanan saya. Passport pertama karena sebelum itu saya belum pernah ke Luar Negeri, bayangin saya baru keluar negeri di usia 28 tahun. Jadi saya masih terhitung traveler baru kemarin sore, kasian yah hehehe.  Kadang saya mikir, kemana aja saya selama ini?  Apa mungkin sebelumnya saya masih sibuk untuk sekedar survive dalam bisnis dan pekerjaan saya? Ah itu cuma alasan sepertinya hehe. Beruntunglah orang yang bisa traveling sedari muda 🙂

Anyway, banyak yang bisa dikenang dari berbagai perjalanan saya dengan passport hijau itu. Perjalanan pertama cuma ke Singapore karena ada meeting dengan partner kesana. Dan nekat aja pergi ke Kuala Lumpur naik bis malem dan tidur di bis sepanjang perjalanan. Sampai di Kuala Lumpur subuh, dan harus kembali lagi ke Singapore jam 11 pagi juga naik bus untuk ngejar pesawat malam ke Jakarta.  Tapi disela waktu padat itu, saya berhasil naik ke sky bridgenya Twin Tower hehe.

Dari situ lalu saya ketagihan untuk traveling lagi dan lagi. Dimulai dari traveling KL – Malacca – Bangkok – Macau  – Hongkong dalam seminggu. Kemudian impulsively pergi ke Ho Chi Minh City dan Manila karena tergiur dengan tawaran tiket murah Air Asia, saya ingat waktu itu Jakarta – Ho Chi Minh City PP cuma 500 ribu perak dan tiket Jakarta – KL – Clark (Manila) PP cuma 300 ribuan. Tidak lama dari situ, saya pergi ke India, karena terstimulasi oleh satu foto indah pegunungan Himalaya dari kota Darjeeling. Dan lagi – lagi, karena saat itu didorong oleh harga promo KL – Kolkata oleh Air Asia hehe. Dan traveling ke India selama 10 harian itu adalah the best travel i’ve ever had so far. You know, berpetualang ke dunia magis India dan mengunjungi Darjeeling, kota yang damai dan tentrem di kaki pegunungan Himalaya itu sesuatu banget. Ingin rasanya suatu saat kembali lagi kesana

Passport itu juga menjadi saksi pertemuan saya dengan istri saya sekarang 2 tahun lalu di Dubai, disela – sela agenda meeting saya disana. Ternyata jodoh seorang traveler adalah traveler juga yah, kebetulan istri saya adalah seorang pramugari Emirates yang tentu sudah mengunjungi tempat – tempat indah, jauh lebih banyak dari saya hehe

Burj Khalifa Dubai

Burj Khalifa Dubai

Dengan passport hijau itu juga, saya berkelana ke Eropa, mengunjungi London, Manchester, Newcastle, Edinburgh juga mengunjungi Barcelona dan Paris. Mewujudkan impian masa kecil saya untuk menonton Manchester United dan Barcelona bertanding di stadion mereka yang megah, it’s such a dream comes true! Lalu berkelana ke Istanbul, kota bersejarah yang terletak di dua benua. Mengunjungi Hagia Sophia, bangunan terindah pada masanya dan Blue Mosque! Dua bangunan terindah yang pernah saya lihat dengan mata kepala sendiri. Di istanbul jugalah saya bisa merasakan bahwa ternyata Eropa dan Asia itu hanya dipisahkan oleh selat kecil, Bhosporus! Subhanallah.  Dengan passport itu juga saya dan partner kerja saya berkesempatan mengunjungi Shanghai dan Beijing, serta melihat Great Wall dengan mata kepala sendiri.

Hagia Sophia, Istanbul

Hagia Sophia, Istanbul

Setelah cap demi cap, sampai akhirnya menjelang purna tugas, passport itu telah menemani saya berkunjung ke 14 Negara, Alhamdulillah. Dan negara ke 14 yang akan saya kunjungi adalah negara dimana terletak bangunan yang menjadi impian setiap orang muslim di Dunia. Insya Allah pada akhir Maret 2013 ini saya akan mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah. Perjalanan spiritual saya pertama dan semoga bukan yang terakhir. Perjalanan impian seorang Muslim untuk menyampaikan salam rindu ke Baitullah Kabah, yang menjadi kiblat setiap kita shalat. Dan mengirimkan Shalawat kepada kanjeng Nabi secara langsung dari tempat peristirahatan terakhirnya. Ah, bukankah itu klimaks yang Indah? Subhanallah!

“No one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow.” – Lin Yutang

View All

One Comment

  1. Wow sudah banyak negara yang dikunjungi ternyata. Aku malahan belum pernah keluar negara sama sekali, padahal tuh jarak Singapore dan Malaysia dari sini cuma sepelemparan daun.#sad
    Pengennya Travelling pertama ke Mekkah tapi apa daya, dana belum cukup juga. Mungkin harus dimulai dari yang Deket dulu.. Semoga bulan Desember besok bisa terlaksana

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *